Inovasi Santri Ngelmu

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillah walhamdulillah wassholatu wassalaamu 'ala rosulillah...
Kawan...jangan capek ya!
Wassalam...

Laman

Minggu, 06 September 2009

Ya Alloh… Jadikan Semua Bulan Sebagai Ramadhan…

Oleh : Muhammad Hifny Mubarak


لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا فِيْ رَمَضَانَ مِنَ الْخَيْرِ، لَتَمَنَّتْ أُمَّتِيْ أَنْ يَكُوْنَ رَمَضَانُ السَّنَةَ كُلَّهَا

"Andaikan para hamba mengerti kebaikan yang ada di dalam Ramadhan, niscaya umatku menginginkan Ramadhan sepanjang tahun."

(HR. Ath Thabarani dan Ibnu Khuzaimah dari Sayyiduna Abi Mas'ud al Ghifari)

Tak berlebihan memang bila Rosululloh bersabda sedemikian rupa. Yah, Ramadhan memang penuh dengan warna, lebih bermakna, dan tentunya segudang keutamaan ditawarkan Alloh bagi yang mau menyambutnya dengan suka cita.

Namanya pun menyiratkan arti yang indah dan promosi luar biasa. Tentunya untuk orang-orang yang mau mengambil kesempatan dengan sempurna di dalamnya. Dalam salah satu haditsnya, Rosululloh bersabda: "Sesungguhnya bulan ini dinamakan Ramadhan, karena ia membakar dosa-dosa." (HR. Muhammad bin Manshur as Sam'ani dari Sayyidina Anas). Oleh karenanya, bulan ini juga menjadi sebuah harapan besar bagi kita, semoga deretan dosa yang kita torehkan di buku amalan kita dapat bersih terhapus di bulan ini.

Ramadhan yang Bertabur Keutamaan

Rosululloh memang sosok yang begitu perhatian dengan umatnya. Hati beliau selalu terpenuhi dengan keinginan bagaimana agar kita, kaum muslimin bisa menapaki apa yang telah beliau ajarkan, dan selamat dari berbagai cobaan. Kita bisa melihat bagaimana semangat beliau agar kita lebih mencurahkan kemampuan dan perhatian kita untuk Ramadhan. Keutamaan bulan ini dan orang yang mau mengisinya dengan puasa serta ibadah-ibadah lainnya, telah beliau ungkapkan dalam untaian sabda-sabda beliau:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ

"Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena keimanan dan mencari ridho Alloh, maka akan diampuni dosanya yang telah lewat atau yang akan datang." (HR. Ahmad dari Sayyiduna Abu Hurairah).

Dalam hadits yang lain, beliau juga menjelaskan jika Alloh sendirilah yang akan membalas pahala orang yang berpuasa tanpa memberitahukannya kepada Malaikat. Bau mulut mereka lebih mewangi daripada minyak Misik, dan bagi mereka dua kegembiraan yang dijanjikan. Pun puasa juga merupakan tameng dari perkara-perkara yang dapat menceburkan kita ke dalam neraka. Beliau bersabda:

"Sesungguhnya Tuhan kalian berfirman,: 'Setiap kebaikan diganjar sepuluh kali lipatnya hingga tujuh ratus kali lipat. Puasa itu untukKu dan Aku yang akan membalasnya sendiri. Puasa adalah tameng dari neraka. Sungguh, bau mulut orang yang puasa itu lebih semerbak wanginya di sisi Alloh daripada bau minyak Misik. Dan jika seseorang berbuat bodoh terhadap salah satu dari kalian, sedangkan ia sedang berpuasa, hendaknya ia mengucapkan: 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa.' Dan ada dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa: kebahagiaan tatkala telah selesai kewajiban Ramadhan (karena telah mendapat taufiq dari Alloh untuk beribadah di dalamny), dan kebahagiaan ketika kelak bertemu Tuhannya." (HR. at Turmudzi dari Sayyiduna Abu Hurairah)

Keutamaan-keutamaan lainnya, dapat kita baca sendiri dalam hadits-hadits berikut:

1. Pengampunan dosa dan pengkabulan do'a

"Orang yang berdzikir (mengingat) Alloh di bulan Ramadhan itu diampuni dosanya, dan orang yang meminta kepada Alloh di dalamnya tak akan kecewa." (HR. ath Thabarani dan al Bayhaqi dari Sayyiduna 'Umar)

"Bagi setiap hamba yang berpuasa ada doa yang dikabulkan ketika ia berbuka. Aku akan memberikannya di dunia atau akan Aku simpan baginya kelak di akhirat." (HR. al Hakim dari Sayyiduna 'Abdullah bin 'Umar)

"Tidurnya orang yang berpuasa adalah sebuah ibadah, diamnya adalah tasbih pensucian kepada Alloh, amalannya dilipat gandakan pahalanya, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni." (HR. al Bayhaqi dari Sayyiduna Abdullah bin Abi Awfa)

2. Pintu istimewa di surga bagi mereka yang berpuasa

"Sesungguhnya di dalam surga terdapat pintu yang disebut sebagai ar Rayyaan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk darinya kelak di hari kiamat. Tiada masuk dari pintu itu selain mereka. Jika mereka telah masuk, maka pintu tersebut akan ditutup, sehingga tiada seorang pun yang masuk dari pintu itu ." (HR. al Bukhori dan Muslim dari Sayyiduna Sahl bin Sa'id)

3. Puasa adalah zakat bagi badan kita

لِكُلِّ شَيْءٍ زَكَاةٌ، وَزَكَاةُ الْجَسَدِ الصَّوْمُ، وَالصِّيَامُ نِصْفُ الصَّبْرِ

"Setiap sesuatu itu memiliki zakat, dan zakat dari badan adalah puasa, dan puasa itu setengah dari kesabaran." (HR. Ibnu Majah dari Sayyiduna Abi Hurairah)

4. Pahala berpuasa, melebihi emas sepenuh bumi

"Andaikan seseorang berpuasa sunnah sehari saja, kemudian ia diberi emas sepenuh bumi, maka itu tak akan bisa mengimbangi pahala puasa hingga tiba hari perhitungan". (HR. Abu Ya'la dan at Thabarani dari Sayyiduna Abi Hurairah).

Yah, dapat kita bayangkan sendiri. Jika puasa sunnah saja pahalanya begitu melimpah, bagaimana dengan pahala dari puasa wajib di bulan Ramadhan? Hanya saja, banyak manusia yang tidak mau menggunakan akalnya... na'udzu billah min dzalik.

5. Lima nikmat besar bagi umat Nabi Muhammad di bulan Ramadhan, yang tidak diberikan kepada umat Nabi-nabi terdahulu

"Di dalam bulan Ramadhan, umatku dianugerahi lima perkara yang tidak diberikan kepada Nabi sebelumku. Adapun yang pertama: Sesungguhnya jika masuk malam pertama bulan Ramadhan, Alloh 'Azza wa Jalla memperhatikan mereka, dan barang siapa yang Alloh memperhatikannya, maka Alloh tak akan menyiksanya selamanya. Sedangkan yang kedua: Sesungguhnya bau mulut mereka ketika menjelang sore itu lebih semerbak mewangi di sisi Alloh daripada bau minyak misik. Adapun yang ketiga: Sesungguhnya malaikat memintakan ampun untuk mereka setiap hari dan malam. Sedangkan yang ke empat: Sesungguhnya Alloh 'Azza wa Jalla memerintah surga, Alloh berfirman kepada surga: 'Bersiap dan berhiaslah untuk para hambaku, sebentar lagi mereka akan beristirahat dari kepenatan dunia menuju rumah dan kemurahanKu. Adapun yang kelima: Sesungguhnya pada malam terakhir, mereka semua diberi ampunan." Kemudian salah seorang dari khalayak (yang hadir) berkata,: "Apakah ia adalah Laylatul Qodr?" Rasulullah lalu berkata: "Tidak, apakah kamu tidak memperhatikan para pekerja, jika mereka menyelesaikan pekerjaannya maka mereka akan diberi gaji mereka?" (HR. al Bayhaqi dari Sayyiduna Jabir bin 'Abdillah.)

Sedangkan dalam al Qur'an, ada janji yang begitu manis bagi orang-orang yang mau berpuasa Ramadhan. Alloh berfirman:

كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي اْلأَيَّامِ الْخَالِيَةِ

"Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kalian kerjakan pada hari-hari yang telah lalu". (QS. Al Haqqah: 24)

Imam al Waki' dan yang lain berkata: "(Yang dimaksud dengan) hari-hari yang telah lalu adalah hari-hari puasa, karena di dalamnya mereka meninggalkan makanan dan minuman."

Pun dari segi medis, puasa sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Karena sumber segala penyakit bertempat di perut. Sedangkan dengan berpuasa, perut kita terlatih dengan jam makan yang teratur dan lebih mengurangi resiko terkena penyakit yang memang kebanyakan melewati makanan. Karenanya, sungguh benar apa yang dikatakan oleh Rosululloh:

صُوْمُوْا تَصِحُّوْا ( Berpuasalah kalian semua, niscaya kalian akan sehat )

Mengapa Tidak Berpuasa?

Setelah mengetahui begitu banyak keutamaan puasa Ramadhan bagi diri kita, baik bagi keduniaan maupun keakhiratan, pengampunan dosa-dosa yang setiap hari kita berkutat dengannya, belum lagi Lailatul Qodar yang ibadah di dalamnya lebih baik daripada ibadah 1000 bulan (83 tahun), bahkan surga pun dijanjikan. Mengapa diantara kita masih ada yang sengaja meninggalkan puasa Ramadhan? Akankah kesempatan yang hanya berulang satu kali setahun ini kita sia-siakan? Padahal gelaran rahmat dan ampunan terbentang luas bagi kita yang tak bisa lagi dihitung kesalahan dan dosanya. Rosululloh pernah bersabda:

"Pahamilah, Ramadhan telah tiba, pada bulan ini pintu surga terbuka, dan pintu neraka pun ditutup, pada bulan ini pula setan dibelenggu. Kerugian besar bagi orang yang punya kesempatan bertemu Ramadhan namun ia tiada terampuni dosa-dosanya. Jika ia tidak diampuni pada bulan ini, lalu kapan lagi?" (HR. Ath Thabarani dari Sayyiduna Anas).

Puasa Ramadhan adalah sesuatu yang diwajibkan bagi kita selaku umat Islam, dan itu pun dengan tujuan agar kita dapat lebih bertakwa, lebih dekat dengan Sang Pencipta; Alloh subhanahu wa ta'ala. Alloh berfirman:

يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ أمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al Baqarah: 183)

Dan kerugian besar bagi mereka yang meninggalkan puasa Ramadhan tanpa adanya alasan agama yang membolehkannya. Karena satu hari puasa Ramadhan yang ditinggalkan, tak tergantikan dengan pahala puasa sepanjang tahun. Dalam sebuah haditsnya, Rosululloh memperingatkan kita akan hal ini. Beliau bersabda:

مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ رُخْصَةٍ رَخَّصَهَا اللهُ لَهُ وَلاَ مَرَضٍ، لَمْ يَقْضِهِ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ وَإِنْ صَامَهُ

"Barang siapa tidak berpuasa satu hari di bulan ramadhan tanpa ada keringanan yang diberikan Alloh untuknya dan tidak karena sakit, maka puasa setahun penuh tak akan dapat menggatikannya walaupun ia lakukan". (HR. Abu Dawud, an Nasa'i, at Turmudzi, al Bayhaqi, Ibnu Majah, dan Ibnu Khuzaymah dari Sayyiduna Abu Hurairah)

Kerjakan dan Tinggalkan

Ramadhan adalah bulan bagi para hamba untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena ibadah wajib dibulan ini dilipat gandakan pahalanya menjadi tujuh puluh kali, sedangkan ibadah sunnah pahalanya disamakan dengan ibadah wajib di bulan-bulan yang lain.

Untuk mendapatkan pahala yang begitu melimpah, kita harus menyiasati waktu kita dengan baik, mengisinya dengan berbagai ibadah. Di dalam Ramadhan disunnahkan memperbanyak tilawah Qur'an, shodaqoh, memberi nafkah yang lebih kepada keluarga, berbuat baik kepada kerabat dan tetangga, tahajjud, i'tikaf (terutama pada sepuluh hari terakhir), dan do'a: Allohumma innaKa 'Afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.

Namun, selain itu kita juga harus dengan hati-hati menghindari tindakan-tidakan yang dapat menggagalkan pahala puasa kita menjadi beterbangan sia-sia, meninggalkan kita dengan tangan hampa. Dan diantara hal-hal yang dapat menghilangkan pahala puasa adalah: berbohong, menggunjing, dan saling mencaci. Karena Rosululloh pernah bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ ِللهِ حَاجَةٌ فِيْ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

"Barang siapa tidak meninggalkan perkataan bohong dan tindakan bohong, maka Alloh tiada butuh, meskipun ia meninggalkan makanan dan minumannya." (HR. al Bukhari)

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ

"Bukanlah puasa itu hanya menahan makanan dan minuman. Tetapi puasa itu menahan dari perbuatan yang tiada berguna dan perkataan jorok."

Sebagian ulama salaf berkata: "Puasa yang paling mudah adalah meninggalkan makan dan minum." Sedangkan yang lain berkata: "Jika kamu berpuasa, maka jagalah pendengaranmu, penglihatanmu, dan lidahmu dari kebohongan dan hal-hal haram lainnya, dan tinggalkanlah mengganggu tetangga." Imam al Auza'i berkata: "Puasa itu batal sebab kebohongan dan menggunjing. Karena hadits Nabi: 'Ada lima perkara yang bisa membatalkan puasa dan membatalkan wudhu: kebohongan, menggunjing, mengadu domba, melihat lawan jenis dengan syahwat, dan bersumpah bohong'". (HR. ad Daylami)

Yah, rugi sekali bila seharian kita menahan lapar dan dahaga, tetapi tak mendapat secuil pahala pun, karena kesalahan kita sendiri, yang mengabaikan aspek ruhani dari puasa itu sendiri. Patutlah kita renungkan sabda Rosululloh yang semenjak dulu mengingatkan kita:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الظَّمَأُ

"Banyak sekali orang yang berpuasa. Tapi tiada mendapatkan apapun dari puasanya kecuali rasa dahaga." (HR. an Nasa'i)

Ya Alloh... pandanglah kami dengan rahmat-Mu di bulan Ramadhan ini, jadikan ia lebih baik dari Ramadhan yang terdahulu, dan tutuplah bulan ini dengan samudra kemaafan bagi kami... Amiiin...

"Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al Baqarah; 184)

Do'a-do'a di Bulan Ramadhan

Rosululloh pernah memerintahkan para sahabat beliau untuk memperbanyak 4 perkara dalam bulan Romadlon: yang dua menyebabkan Alloh ridho, yaitu: membaca syahadat dan istighfar. Sedangkan yang 2 lagi pasti kita membutuhkannya, yaitu memohon surga dan berlindung dari neraka. Oleh karena itu, kita juga disunnahkan untuk memperbanyaknya. Keempat perkara tersebut diucapkan dengan: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلـٰهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا

رَسُوْلُ اللهِ، اَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

Do'a berbuka:

۱- أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلـٰهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ (۳×). أَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرْيِمٌ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ.

۲- يَا عَظِيْمُ يَا عَظِيْمُ، أَنْتَ إِلَهِيْ لاَ إِلـٰهَ غَيْرُكَ، إِغْفِرِ الذَّنْبَ الْعَظِيْمَ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذَّنْبَ الْعَظِيْمَ إِلاَّ الْعَظِيْمُ.

Rosululloh bersabda: "Tiada seorang muslim berpuasa kemudian ketika berbuka mengucapkan... (do'a di atas), kecuali dia bersih dari dosanya sebagaimana ketika baru dilahirkan oleh ibunya."

Do'a orang yang berpuasa ketika berbuka adalah termasuk do'a yang mustajab, maka kita disunnahkan untuk memperbanyak do'a. Rosululloh bersabda,: "Sesungguhnya orang yang berpuasa ketika berbuka memiliki do'a yang tak akan ditolak." (HR. Ibnu Majah dari Sayyiduna 'Abdulloh bin 'Umar).

Bacaan-bacaan untuk menyambut Lailatul Qadr (diperbanyak mulai awal Ramadhan)

۱- اَللّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ.

Do'a di atas diajarkan oleh Rosululloh kepada istri beliau; Sayyidah 'Aisyah untuk menyambut Lailatul Qadr.

۲- اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَاْلعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلأَخِرَةِ.

۳- لاَ اِلـٰهَ اِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ، سُبْحَانَ رَبِّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبِّ الْعَرْشِ اْلعَظِيْمِ [۳×].

Rosululloh bersabda:"Barang siapa mengucapkan… (doa di atas) sebanyak tiga kali, maka ia laksana orang yang memperoleh Lailatul Qadr."

Disunnahkan pula memperbanyak membaca Ayat Kursi, karena Rosululloh juga bersabda: "Barang siapa membaca Ayat Kursi saat Lailatul Qadr, maka itu lebih disukai oleh Alloh daripada ia mengkhatamkan al Qur'an pada malam-malam selain Lailatul Qadr."

Ya Alloh… berilah kami taufiq untuk selalu mengerjakan perkara yang Engkau cintai dan ridhoi, dengan barakah Rosululloh, amin…

Tidak ada komentar: