Inovasi Santri Ngelmu

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillah walhamdulillah wassholatu wassalaamu 'ala rosulillah...
Kawan...jangan capek ya!
Wassalam...

Laman

Jumat, 31 Juli 2009

Surat Al-Ankabut dan laba-laba

Oleh : Husein Hamid Khered

Surat Al-ankabut adalah surat al-Makkiyyah kecuali ayat 1 sampai ayat 11 termasuk surat Al-Madaniyyah. Jumlahnya 69 ayat dan diturunkan sebelum surat Al-Muthaffifin dan sesudah surat Ar-Ruum. Isinya mengenai kisah perjuangan para Nabi dan Rasul dari nabi Nuh, nabi Huud, nabi Sholeh, nabi Luth , nabi Ibrahim, nabi Musa dan nabi Ayyub serta nabi Syu'aib 'Alaihimus-Salam (ayat 14 sampai ayat 40). Sedangkan ayat 41 berbunyi : "Matsalul-Ladzinaa ittakhudzuuw min Duwnillah Awliyaa Kamatsalil-'Ankabuut- Ittakhadzat Baytaan wa Inna Awhanal-Buyuwti la baytu Al-'Ankabuut Law Kaanuw ya'lamuun." "Perumpamaan orang-orang yang menjadikan dari selain Allah sebagai penolong, sebagaimana perumpamaan laba-laba yang membuat sarang dan sesungguhnya paling lemahnya rumah adalah benar-benar rumah (sarang) laba-laba. (Q.S Al-Ankaabut : 69). Sedangkan laba-laba adalah seekor binatang melata dari kelompok Archinida dalam kelasa Insecta (serangga) yang memiliki 4 pasang kaki dan di ujung abdomen(perut)-nya dapat keluar jaring-jaring dan jaring-jaring tersebut difungsikan sebagai sarang atau rumah untuk menangkap mangsanya yang terjebak di jaringnya.Laba-laba juga dalah binatang yang pernah menyelematkan Rasulullah Shallahu' Alaihi Wassalam dan Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq Radlillahu 'Anhu ketika hndak berhijrah ke kota madinah, tepat di gua Tsuur. Cerita singkatnya, dalam pengejaran kaum musyrikin Quraish, beliau berdua berlindung dan bersmbunyi ke dalam gua Tsuur, kemudian Allah Ta'ala mewahyukan kepada laba-laba untuk membuat sarang di mulut gua. Dengan adanya sarang tersebut, orang-orang Quraish yang sudah sampai pada gua dimana beliau bersembunyi, etrkecoh dan mengira bahwa beliau berdua tidak berada dalam gua, karena jaring- jaring laba-laba tersebut tidak robek. Sebagaimana Imam Al-Busyairi RHM berkata dalam untaian qashidah burdahnya : "Dhannul-Hamaamah wa dhannuwl 'ankabuuta 'Alaa ## Khoyril- Bariyyah lam Tansuj Wa lan Tahumi." " orang-orang kafir mengira bahwa merpati yang bersarang dan laba-laba yang merangkai rumah di mulut gua itu tidak melindungi makhluk mulia Nabi Muhammad Shallahu 'Alaihi Wassalam." Subhanallah, Maha suci Allah yang telah menciptakan laba-laba dan mengabadaikan namanya dalam kalam firman-Nya. Wallahu 'A'lam.

Minggu, 26 Juli 2009

Simbol-simbol Unggas dalam kehidupan manusia

Oleh : Husein Hamid Khered

Kalau kita mau bertafakkur dan merenungkan ciptaan Allah Ta'ala. Misalkan : kelompok unggas (Aves), kelompok binatang Vertebrata yang memiliki bulu-bulu yang cukup tebal dan termasuk hewan berdarah panas, Sebagian besar binatang unggas memiliki kedua sayap yang berfungsi sebagai alat untuk terbang tau berenang di perairan. Namun ada juga sebagian yang digunakan untuk menarik pasangan jenisnya atau menunjukkan kekuatan terhadap lawan atau musuhnya. Sifat dan perilaku yang melekat dari setiap jenis unggas berbeda-beda, hal tersebut memberikan indikasi dan pelajaran bahwa setiap manusia memiliki watak atau karakter atau sifat yang berbeda-beda. Sebagian unggas ada yang memberikan gambran atau simbol dari sifat baik maupun sifat jelek yang melekat pada diri manusia. Kita mulai dari binatang yang sering kita kenal dan makan, ayam jago disimbolkan pada seorang pria adalah pria yang maniak sex atau senang menikah, sedangkan ayam betina disimbolkan pada seorang wanita adalah wanita rendahan, yang mudah gonta-ganti pasangan. Burung merepati atau dara adalah simbol dari teman yang jujur atau wanita cantik yang penuh barokah. Burung Al-Hubaro (burung sejenis merpati, berleher panjang, sebagian paruh berwarna kelabu) adalah simbol dari laki-laki yang dermawan. Burung puyuh adalah simbol wanita yang tidak punya kasih sayang. Bebek atau itik adalah simbol dari orang yang tidak memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya (Ad-Dayyus). Burung tekukur merupakan simbol wanita yang beragama. Burung Derkuku adalah simbol dari perempuan yang jujur. Burung Murai adalah simbol dari anak yang cerdas. Burung onta adalah simbol dari orang yang bisu. Burung Tiung adalah simbol dari laki-laki yang tidak kaya dan tidak miskin (pas-pasan) atau orang yang mencampuradukkan amal yang baik dan amal yang buruk. Burung jenjang adalah simbol dari laki-laki yang miskin. Burung gagak adalah simbol dari orang yang mengejar harta benda dengna cara yang haram atau para pecinta harta.Burung elang adalah simbol dari orang tamak atau rakus. Burung branjangan adalah simbol dari orang yang riya' atau pamer.Burung hantu adealah simbol dari orang yang licik atau penguasa yag berwibawa. Burung betet adalah simbol dari orang yang senang berbohong atau pembohong.Burung rajawali adalah simbol orang yang senang kepada jabatan atau kekuasaan dan burung merak adalah simbol dari orang yang sombong. Subhanallahu, " Maha suci Allah", yang telah menciptakan bangsa unggas sebagai pembelajaran dan memiliki maksud dan tujuan di balik penciptaan-Nya bagi orang -orang yang menggunakan akal dan hati secara bik dan benar. Maka, marilah kita bercermin dan berkaca pada bangsa unggas. Saatnya kita menata hati dengan membuang sifat-sifat yang buruk dalam diri kita dan menambahnya dengan sifat-sifat yang baik. Wallahu A'lam.

Minggu, 12 Juli 2009

Renungan : curahan hati para semut

Oleh : Husein Hamid Khered

Sewaktu Haikal membuka bungkusan dari kertas koran dan minyak, yang berisi telur dadar goreng dan gorengan tempe yang dibelinya dari pasar. Diapun kaget puluhan ekor semut menyerubungi makanan tersebut. Dengan nada kesal dan berbicara pada diri sendiri, diapun membantai semut-semut tersebut. Memang mereka makhluk-makhluk ciptaan Allah yang tidak berdosa, tapi mengapa mereka memakan dan mencuri makanan milikku ? Pertanyaan tersebut terus melayang dalam pikirannya.Dengan terpaksa dan berat hati, dia harus membuang telur dadar goreng dan gorengan tempe kesukaannya. Padahal, tindakan tersebut termasuk perbuatan mubadzir, melakukan kemubadziran termasuk langkah setan dan dalam kategori saudara-saudara setan sebagaimana telah tertera dalam Al-Qur'an Al-karim. Selesai makan siang, Diapun berpikir dan merenungi kesalahannya, ada perasaan salah menyelimuti dirinya, dia telah melakukan dua kesalahan, yaitu : membunuh makhluk-makhluk Allah yang tidak berdosa dan melakuka kemubadziran. " Mengapa saya mengerjakan kesalahan-kesalahan ini ? ", Apakah karena godaan hawa Amarrah Bis-Suu' yang menyebabkan saya mengerjakan dua perbuatan dosa tersebut ? ", " Ya Allah, Dzat Maha pengampun , hambamu yang lemah ini telah berbuat dzolim terhadap dirinya sendiri. Saya telah membunuh puluhan prajuritmu, Jundullah (Tentara-tentara Allah), Mereka selalu bertasbih dan berdzikir, mengingat kesucian nama-Mu, Sedangkan diriku selalu lalai dan terlarut dalam mengejar kesenangan duniawi yang hanya sementara dan tidak kekal. salah satu seekor semut menjalar pada bulu-bulu tangan-Ku, dia mencoba untuk menggigit dan melawan, seakan-akan dia berontak dan berteriak : "Mengapa engkau Manusia memebunuh sudara-saudara dan teman-temanku, Apakah karena engkau memiliki kekuatan dan tubuh yang besar dibandingkan kami, makhluk yang kecil dan lemah?" "Tidakkah engkau menyadari bahwa setiap perbautan ada hukum karma (Alam) dan akan dibalas oleh Allah, Tuhan sang pencipta? hatinya terasa bergetar meskipun kedua telinganya tidak mampu mendengarnya, tapi perasaan berdosa dan takut menyelimuti dirinya, Seakan-akan dia mendengar jeritan mereka " Apa yang harus kulakuakan untuk menebus dosa-dosa yang telah kerjakan ? ". "TAUBAT", kata ini memang mudah diucapkan di lidah, Namun sulit dipraktekkan dengan sungguh-sungguh. Haikalpun berusaha untuk menenangkan diri dalam dirinya, ada tekad untuk bertaubat dan semangat untuk tidak berputus asa karena rahmat Allah lebih luas daripada 'Adzabnya, Allah akan selalu membuka pintu taubat dan memberikan kesempatan bagi hamba-hamba-Nya selama nyawa belum sampai apad tenggorokan dan sebelum matahari terbit dari Barat. Sekelompok semut berkumpul dan bergotong royong, mengumpulkan mayat-mayat teman-temanya. Ada sebuah tragedi kesedihan yang menyelimuti keadaan mereka. Haikalpun meras iba dan kasihan memandang bangkai-bangkai yang telah dibunuh dengan tangannya sendiri. "Ini disebabkan kearogansian dan kesombongan dalam diri manusia. Mereka meremehkan makhluk-makhluk kecil dan lemah, merusak tanaman-tanaman yang hidup dan tumbuh dengan subur, hanya demi memuaskan hawa nafsunya belaka, tidak mau melihat akibat yang akan terjadi setelahnya". Begitu kata kepala suku semut. Sedangkan seekor semut yang lain menimpali : "Ya, benar, lihatlah sekarang akibatnya, banyak bencana menimpa mereka, karena ulah tangan sebagian mereka." Kemudian seekor semut betina bergumam: " Tidakkah mereka mau menyadari ? " Sampai kapan mereka terus memburu dan membunuh kami, makhluk-makhluk yang tak berdosa? "Sampai kapan mereka terus membabat hutan, rumah kami?", padahal Allah telah memilih manusia sebagai khalifah di permukaan bumi. tapi Mnegpa sebagian mereka berlalku sewenang-wenang dalam mengelola bumi ini? ". Haikal mendengarkan pembicaraan mereka dengan hati dan perasaannya, meskipun kedua telinganya tak sanggup mendengarnya.waktu semakin larut, tak terasa gerimispun datang berkunjung, hujan semakin deras, perasaan nuraninya semakin pilu memikirkan curahan-curahan hati beberapa ekor semut. Kalaupun mereka diberi kesempatan dan hak untuk menggugat dan memprotes setiap tindakan kejahatan yang dilakukan oleh manusia-manusia, pasti mereka akan berteriak dan melakukan demo besar-besaran. tapi faktanya mereka hanyalah makhluk-makhluk kecil yang tak berdaya. siafat rakus dan tamak manusia menyebabkan semut-semut tersebut kehilangan temapt tinggal dan habitatnya. Semut-semut tersebut hanyalah serangga kecil yang berkaki dan makanan mereka hanyalah bahan-bahan mengandung glukosa (zat gula). Mereka termasuk kelompok makhluk yang memiliki ikatan sosial yang kuat dan mereka senang bersilatur-rahmi dan bekerjasama secara gotong-royong. Sedangkan kita manusia adalah mamalia (hewan menyusui) yang memakan segala yang ada (omnivora), cuman kita belum mampu makan besi tua, kalau besi tua dapat dimakan, pasti akan dilahap juga. Kita sering bermusuhan satu sama lainnya, rasa Silaturrahmi kita masih lebih rendah dibandingkan silaturrahmi para semut. Tidakkah kita malu apabila mau bercermin kepada makhluk kecil tersebut. " Pikiran-pikiran Hakal terus berputar dan merenungi ciptaan Allah bernama : "Semut". Sungguh sempurna ciptaan-Mu Ya Rabb", Tiada sesuatupun yang Engkau ciptakaa dengan sia-sia.

Sabtu, 04 Juli 2009

Benalu dan bunglon kehidupan

Oleh : Ibnu Ibrahim Khered

Benalu adalah tanaman parasit yang mengantungkan hidupnya dengan menghisap sari-sari makanan yang ada dala tumbuhan yang ditumpanginya, dia merugikan bagi perkembangbiakan tumbuhan yang lain.Sedangkan bunglon adalah binatang dari kelompok reptilia yang memiliki alat pertahanan diri dengan menyesuaikan diri atau beradaptasi melalui warna tubuh yang sama dengan warna lingkungannya, bermetamorfosis dari warna yang satu ke warna yang lain.Benalu kehidupan adalah perumpamaan manusia yang memiliki sifat benalu, dia selalu merugikan lingkngan dimanapun dia berada, dengan akal busuknya, dia menghisap darah keringat orang lain, termasuk kategori benalu jenis manusia ini adalah para koruptor, orang-orang yang tega memakan harta kekayaan milik rakyat banyak, Mereka semakin tumbuh subur disebabkan selalu menghisap saripati makanan milik orang-orang di sekitarnya, seperti benalu,Mereka tega untuk menghabisi dan mengkemposi dompet-dompet kekayaan negara. Adapun bunglon kehidupan adalah ibarat manusia yang bertipikal seperti bunglon, dia selalu beradaptasi dengan lingkungannya demi mendapatkan keuntungan diri sendiri atau orang yag oportunis.Ketika manusia bertipe hipokrit ini sedang dalam bahaya, dengan langkah seribu, dia melarikan diri dari tanggung jawabnya.Apabila kita teliti dan observasi mereka para bunglon termasuk kategori orang yang munafik atau (Dzul-Wajhain dalam istilah orang Arab), cirinya bila berbicara, sering berbohong dan bila berjanji, selalu berkhianat serta bila dipercaya, dia mengkhianati. Benalu dan bunglon kehidupan adalah kedua jenis manusia yang selalu merugikan atau bersifat parasit bagi kepentingan masyarakat, agama Islam serta kepentingan negara. bagaimana solusi untuk membersihkan benalu-benalu kehidupan yag melilit tumbuhan-tumbuhan yang rindang, memberikan naungan bagi setipa orang yang melewatinya, untuk membersihkan benalu-benalu tersebut, perlu adanya kesadaran dalam nurani kita yang terdalam dibarengi niat yang tulus. Sedangkan untuk menemukan bunglon kehidupan, kita perlu berkonsentrasi dengan kedua mata, tetap waspada dan hati-hati, jangan sampai kita terlena dan terbuai dengan bujuk rayunanya dan keindahan warna tubuhnya sehingga akibatnya kiat terkena semburan lidahnya dan tak mampu menangkapnya.Demikianlah bunglon kehidupan begitu licin dan sulit untuk dideteksi sepak terjangnya.Dan sebagai renungan,Apakah diri kita termasuk penulis memiliki mental seperti benalu ataukah bunglon? Marilah kita renungi dan koreksi masing-masing kepribadian kita. Maha Suci Allah Ta'ala yang telah menciptakan benalu dan bunglon sebagai hikmah dan pelajaran bagi kita yang mau merenungi di balik penciptaan-Nya.Wallahu A'lam.