Inovasi Santri Ngelmu

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillah walhamdulillah wassholatu wassalaamu 'ala rosulillah...
Kawan...jangan capek ya!
Wassalam...

Laman

Minggu, 21 Juni 2009

Thariqat sastra

Oleh : Ibnu Ibrahim Khered

Dalam bahasa Arab, Thariqat artinya : "Jalan", berasal dari fi'il madhi yaitu : Thoriqa-Yathruqu-Thurqan. Sedangkan Thariqat adalah isim masdar dalam ilmu morfologi bahasa Arab (Shorof). Thoriqat berhubungan dengan ilmu Tasawuf dan tahapan seorang sufi pemula (salik) untuk menuju jalan Allah. Setelah memantapkan ilmu syariat, seorang murid atau salik yang ingin mendekatkan diri kepada Allah (At-Taqorrub illah), harus mengikuti tharoqat agar nantimya dapat mencapai tahapan berikutnya, Hakikat. Di Indonesia, banyak berdiri dan tumbuh pesat thariqat-thariqat islam, ada sekitar 70 (Tujuh puluh) lebih thariqat yang mu'tabaroh, seperti : Al-Alawiyyah, Asy-Syadziliyyah, Al-Qadiriyyah, An-Naqsyabnadiyyah, At-Tijai, Al-Mawlawiyyah, As-Samaniyyah dan lain sebagainya. Sedangkan sastra adalah keindahan dalam mengolah kata atau gaya bahasa yang diungkapkan melalui kata-kata yang menarik, memiliki makna yang samar dan bersifat fiksi atau non ilmiah. Sastra juga termasuk sebauh seni dalam mengolah kata-kata dibutuhkan imajinasi, IQ (kecerdasan intelgensi) dan EQ (kecerdasan emosional) yang seimbang dalam menghasilkan sebuah karya sastra.Karya sastra terbagi ke dalam 3 (tiga) macam : 1. Prosa, 2.Puisi dan 3. Prosa Liris. Prosa dapat berupa : Novel, Cerpen, cerbung, Esai sastra serta lainnya. Sedangkan puisi terbagi kedalam beberapa kategori, kategori puisi melayu, seperti : pantun, syair, gurindam, midal, karmina dan lain sebagainya. Kategori puisi modern dan kategori puisi kontemporer (bebas). Selain prosa dan puisi, ada prosa liris, prosa yang memiliki kemiripan dengan puisi dalam bentuknya, namu prosa liris biasanya berbentuk essai atau kisah yang dibalut dan dirangkai dengan kata-kata yang indah dan penuh makna. Thariqat sastra adalah sebuah madzhab yang lebih memfokuskan diri kepada karya-karya sastra yang memiliki nila-nilai keislaman dan ajran tasawuf baik berupa prosa maupun puisi. Pada dekade terakhir di negara kita, karya-krya sastra yang memiliki genre nilai-nilai keislaman dan berbackground pesantren mulai merebak dan menjamur. salah satu karya sastra yang terkenal saat ini adalh novel-novel karya Habiburrahman El-Shirazy seperti : Ayat-ayat cinta, Diatas sajadah cinta dan Ketika cinta bertasbih. Buku-buku tersebut teramsuk buku yag best seller dalam penjualannya. Sebenarnya, jika kita menengok ke belakang (Flash back) mengenai perkembangan karya sastra di zaman keemasan Islam sampai era globalisasi saat ini, kita dapat mengenal karya-karya sastra yang berkualitas, seperti : kitab " Dzoqqul-Hamamah" karya "Imam Ibnu Hazm RHM, Kasyfu Al-Mahjub karya Imam Al-Hujwiri, kitab " Al-Mahabbah" karya "Imam Al-Ghazaly RHM, kitab "Raudlatul-Muhibbin" karya "Imam Ibnul-Qoyyim Al-Jauziyyah RHM atau syair-syair terkenal seperti : kitab "Diwan Imam As-Syafi'I RHM", Al-Burdah karya "Imam Al-Busyairy RHM, qashidah-qashidah gubahan abu Nawas Ibnu Hani', atau syair-syair dari tiga serangkai penyair terkenal di zaman Abbasiyyah, yaitu : Abu Tamam, Al-Buhtury dan Abu Tayyib Al-Mutanaby atau syair-syair dari Safiuaddin Al-Haly dan Ibnu Nubatah serta para penyair lainnya. Selain itu, Para alim Ulama Tasawuf banyak yang mengarang ajarn-ajaran tasawuf dalam bentuk nadzom (syair) seperti : kitab "Lujainud-dany" karya "Syekh Abdul-Qodir Al-Jilany RHM ", kitab " Al-'Ainiyyah" karya "Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad RHM, kitab "Ad-Diwan" karya "Habib Ali bin Muhammad Al-Habsy, kitab "Al-Hamaziah" kraya Syekh Yusuf bin Ismail An-Nabhany, yang memiliki julukan "Al-Busyairy masa kini". Kesimpulannya, para ulama Salaf maupun Khalaf terutama kaum sufi banyak menyebarkan ajaran-ajaran Islam melalui penulisan karya-karya sastra. Secara tidak langsung dan tanpa disadari, mereka telah membentuk sebauh madzhab sastra sendiri, yaitu : Thariqat sastra. namun dalam perkembangannya, thariqat sastra mengalami masa kemunduran selama beberapa abad sehingga pada awal abad ke-20 M atau akhir abad ke-12 H, penulisan karya sastra yang memiliki nilai-nilai keislaman mulai tumbuh dan bangkit sehingga abad Milinieum ketiga saat ini. Dianatarnya, penyair yag terkenal di awal abad ke-20 adalah Mahmud samy Al-Barudy, Muhammad Hafidh Ibrahim, Ahmad Syauky sebagai Amirus-Syuara. SEdangkan di Indonesia, kiat mengenal nama Hamzah Fanshury, Ar-Raniry, Sutan Tkadir Ali Syahbana, Sanusi Pane, Armyn Pane dan nama-nama penyair islam yang lain. Tongkat estafet thariqat sastra mulai menunjukkan kemajuan dan memasuki masa keemasan karya-kraya sastra Islam seperti realita saat ini. Thariqat sastra memiliki fungsi sebagai media dakwah Al-Islamiyyah Bil-Qolam, menanamkan nilai-nilai kebajikan kepada para epembacanya, memberikan motivasi dan semangat untuk mencapai kehidupan yang bahagia, membendung ajaran-ajaran yang menyesatkan ummat Islam, seperti : Komunisme, kapitalisme, Freemansory dan paham-paham yang lainnya. Di tengah kekuatan raksasa kapitalisme global, thariqat sastra mulai menunjukkan kekautannya sebagai lat pengontrol bagi ummat Islam untuk mengingatkan mereka mengenai kelebihan nilai-nilai islam dibandingkan dengan nilai-nilai paham Kapitalisme. Dengan penerbitan karya-karya sastra bergenre keislaman, penulis berharap agar kaum muslimin tergugah untuk kembali meneladani dan memahami agamanya secara baik.

Tidak ada komentar: