Inovasi Santri Ngelmu

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillah walhamdulillah wassholatu wassalaamu 'ala rosulillah...
Kawan...jangan capek ya!
Wassalam...

Laman

Senin, 22 Juni 2009

Dakwah di Dunia Maya

Oleh : Syaibatul Hamdi

Pernah penulis membaca cerita menarik di harian Okaz (koran dengan oplah terbesar di Saudi Arabia). Cerita tentang sepasang suami istri di Yordania, yang lagi bertengkar hebat. Kesimpulan cerita, keduanya pun pisah ranjang dan tidak tinggal serumah lagi.
Untuk mengusir kesepian dan kejenuhan,keduanya mencoba mencari hiburan dengan masuk ke alam dardasyah (dunia chatting), singkat cerita,keduanya berhasil menemukan pasangan masing-masing di dunia maya. Sang istri curhat pada 'pasangan'-nya tentang problem hidupnya, begitu juga sang suami pada cewek chat-nya. Mereka pun akhirnya (setelah lama hubungan maya dengan pasangan masing-masing) sepakat melakukan kopdar. Pikir sang istri,pasti cowok chat-ku ini orang baik banget,udah begitu perhatian ama aku. Sang suami juga berpikir sama, cewek chat-ku ini pasti lebih baik dari istriku dulu,dan lebih cantik.
Hari pertemuan pun ditentukan,tempatnya di bandara,masing-masing memakai baju dengan warna yang telah disepakati. Sang istri datang duluan di bandara,menunggu cowok chat-nya. Di sisi lain,sang suami berpacu jantung,bagaimana wajah calon istri keduanya.
Waktu berjalan merayap,setelah hampir 1 jam,sang istri dari kejauhan melihat pria berjalan ke arahnya dengan tanda pengenal yang disepakati. Sementara di saat yang sama,sang suami yang juga mau kopdar, melihat tanda cewek chat-nya di kursi pengunjung. Dia pun berlari ke arah wanita itu. Di tempat lain,sang istri melihat ada pria bergegas mendekat kepadanya.
Dan setelah dekat dan bertemu, yang terjadi adalah keterkejutan yang luar biasa, ternyata teman cewek chat si suami itu, adalah istrinya sendiri ! Si istri pun tak kalah kagetnya setelah tahu cowoknya adalah suaminya sendiri.
Dan yang terjadi setelah itu,adalah tragedi, pertengkaran memalukan terjadi di bandara dengan hebat, masing-masing merasa dibohongi oleh pasangan chat-nya. Dan percekcokan itu, berakhir dengan perceraian memilukan yang membuat sang istri seketika pingsan di tempat.
1 kisah di antara jutaan kisah yang terjadi berawal dari dunia maya.
Sebenarnya, perbedaan antara dunia nyata dengan dunia maya tipis sekali, itu jika kita mau dengan cermat memperhatikan. Kadang orang menjadikan dunia maya sebagai pelarian dari dunia nyata,dia anggap hanya iseng saja, yang tanpa sadar justru dia masuk pada masalah baru. Sebab bagaimanapun, semua pelakunya adalah manusia yang punya hati. Penulis sama sekali tidak yakin jika usai chat kita merasa biasa saja, pasti terkadang ada perasaan bahagia, sedih, marah, kagum, cemburu, bahkan jatuh cinta. Bukti dari itu, tidak sedikit di antara kita yang kepikiran usai chat. Makan ga enak, tidur tidak tenang, dan sebagainya. Atau sebaliknya, tergantung keadaan psikologi kita. Kehidupan di dunia maya pun tidak beda jauh dengan dunia nyata, di sana juga ada istilah cyber crime, kriminalitas. Polisinya juga ada. Bedanya hanya semuanya bermain di khayalan kita, namun persamaannya (dan ini poin yang paling penting) sama-sama berpengaruh pada psikologi, perasaan dan kinerja hati kita.
Kita bisa iri pada teman maya kita, sombong pada mereka, bahkan benci dan dendam,yang secara tidak sengaja malah mengotori hati kita. Sayangnya, kita banyak mengabaikan hal ini, ah, cuma dunia maya, gak beneran. Suatu sikap yang bisa berubah menjadi pedang bermata dua.
Dan yang paling membahayakan bagi proses pembersìhan hati dan jiwa kita saat di dunia maya, adalah BERBOHONG. Sumber dari segala kehancuran kita, adalah sikap bohong. Nabi sendiri pernah berkata, bahwa seorang mukmin itu tidak berbohong, wa in zanaa wa in saroq, walau berzina walau mencuri. Karena iman dan kebohongan tidak pernah bersatu.
Tetapi kebanyakan di antara kita, lebih memilih berbohong saat di dunia maya. Kita tega membohongi teman kita (di saat yang sama,dia pun tega bohongin kita)

Tidak ada komentar: